|
Program Paudisasi di PKBM Disambut Baik |
|
|
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PAUDNI Kemdikbud), Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi mengungkapkan rencana pemerintah untuk melaksanakan program Paudisasi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Namun saya masih harus melakukan pembicaraan secara detail dengan para direktur, khususnya dengan Ibu Ella, bagaimana sebaiknya rencana ini dilakukan. Termasuk berapa luas lahan yang ideal bagi PKBM jika melaksanakan program PAUD. Kedepan saya harap PKBM juga dapat direvitalisasi dan memiliki sarana dan prasarana seperti Rumah Pintar,” ujar Dirjen PAUDNI ketika menjadi Pembicara Kunci dalam Temu Konsultasi Nasional Program Pembinaan Pendidikan Masyarakat (Bindikmas) di Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Dikatakan, pemerintah pusat memberi perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini atau PAUD. Malah sebagai bukti keseriusan terhadap pengelolaan PAUD, tahun ini Kementerian Pendidikan Nasional akan mencanangkan gerakan nasional paudisasi ini. Proses pembelajaran masih diwarnai dengan pengajaran baca-tulis-hitung (Calistung) dan belum sepenuhnya melalui bermain.
|
|
|
|
|
Temu Konsultasi Program Dikmas 2012 |
|
|
(YOGYA) Hasil survey Biro Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2012 menyebutkan jumlah penduduk tuna aksara di Indonesia masih mencapai 7.547.344 orang. Dengan perincian penduduk usia 45 – 59 tahun yang masih tuna aksara tercatat masih 4.312.808 orang, penduduk usia 25 – 44 tahun tercatat 2.634.005 orang dan penduduk usia 15 – 24 tahun masih 600.531 orang. “Meskipun kita telah jauh melampau target MDGs 2015, namun tetap masih diperlukan kerja keras dan komitmen kuat dari seluruh pihak untuk mengentaskan penduduk yang masih tuna aksara,” ujar Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Dittjen PAUDNI, Ella Yulaelawati, Ph.D dalam acara Temu Konsultasi Program Pendidikan Masyarakat Tahun 2012, Workshop Sosialisasi Inovasi Multikeaksaraan dan Peningkatan Kapasitas FK-PKBM dan Mitra di Hotel Safir Yogyakarta, Jumat (17/2). Menurut Ella, terdapat empat fokus kebijakan pembinaan pendidikan masyarakat tahun 2012 yaitu pertama, memperkuat program pendidikan keaksaraan yang mampu meningkatkan kompetensi keaksaraan dasar dan paska keaksaraan bagi penduduk dewasa secara adil, merata dan bermutu.
|
|
|
|
Pelantikan Direktur Jenderal PAUDNI |
|
Jumat, 27 Januari 2012 16:00
|
|
|
Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melantik Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, dengan nama popular Reni Akbar Hawadi, pada hari Jumat, 27 Januari 2012. Bersamaan dengan pelantikan beliau, dilantik juga Anna Erliyana, sebagai Staf Ahli Bidang Hukum Kemdikbud, Kacung Marijan sebagai Staf Ahli Bidang Kerjasama Internasional Kemdikbud dan tiga pimpinan perguruan tinggi negeri, yaitu: Rektor Universitas Negeri Jambi, Rektor Universitas Negeri Jember dan Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya.
Dalam sambutannya, Mendikbud meminta Dirjen PAUDNI yang baru untuk menjiwai tugas barunya. Dari 29 juta anak-anak berusia di bawah lima tahun, angka partisipasinya sekarang baru 58 persen, ditargetkan menjadi 75 persen pada 2015 mendatang.“ Karena anak-anak itu adalah generasi yang kita siapkan sebagai penerus kita nanti, dan kado untuk 100 tahun kemerdekaan kita pada 2045 nanti,” katanya. Nama : Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psi Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 22 Maret 1957 NIP : 195703221982112001 Jabatan akhir : Guru besar psikologi UI, 1 Juli 2009 dengan Judul pidato "Membangun Peran Psikolog dalam Sekolah"
Sumber: Agustinus Budi Pramono, SE, M.Si |
|
|
|
|
|
|
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |